Langsung ke konten utama

Postingan

SOSMA EDUCATIVE AND DEVELOPMENT ACTIVITY PART 2 - "AYO DOLANAN"

Jakarta, 11 November 2017
Dalam rangka melanjutkan program kerja yang sudah di jalankan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Solidaritas Sosial Mahasiswa (UKM SOSMA) untuk memperkenalkan permainan-permainan tradisional yang ada di Indonesia, kali ini SOSMA kembali mendatangi  salah satu Sekolah Dasar untuk di jadikan tempat berbagi pengetahuan dan keseruan dalam memainkan permainan tradisional.


Dengan mengusung tema “Ayo Dolanan”, yang berarti SOSMA mengajak seluruh masyarakat pada umumnya dan kalangan anak-anak pada khususnya untuk kembali memainkan permainan-permainan yang sudah sangat sulit ditemukan pada zaman sekarang ini.
SDN Pondok Cabe Udik 02 menjadi tempat kedua Program Sosma Educative and Development Activity atau yang biasa disebut dengan SEPEDA ini diselenggarakan, dengan tujuan agar anak-anak yang lahir di zaman tekhnologi canggih ini juga bisa merasakan keceriaan dalam memainkan permainan zaman dulu.
Pada pembukaan acara Bapak Drs.H.Ajum selaku kepala sekolah membuka acara dengan…
Postingan terbaru

BERSOSIALISASI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA

Mal Kelapa Gading, 30 September-1 Oktober 2017

Dalam rangka menyambut perayaan hari batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2017, Mal Kelapa Gading mempersembahkan suguhan "Pesona Batik Wastra Nusantara" yang di selenggarakan pada tanggal 29 September-8 Oktober 2017, Pesona Batik Wastra Nusantara sendiri sudah di hadirkan selama 2 tahun terakhir di Mal Kelapa Gading, namun tahun ini Mal Kelapa Gading (MKG) tidak hanya terfokus pada suguhan batik-batik nusantara namun juga menonjolkan unsur budaya Indonesia yang lain, salah satunya adalah permainan-permainan tradisional yang ada di Indonesia.


Seluruh pengunjung disuguhkan ratusan permainan-permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia oleh Gudang Dolanan Indonesia.



Selain memberikan pengetahuan tentang asal dan filosofi dari masing-masing permainan, Gudang Dolanan Indonesia yang sudah kesekian kalinya juga bekerja sama dengan  Unit Kegiatan Mahasiswa Solidaritas Sosial Mahasiswa (UKM SOSMA) STP Sahid Jakar…

SOSMA EDUCATION AND TRAVELLER PART 4 : PESONA KEKAYAAN TAMAN NASIONAL MERU BETIRI DAN BALURAN

Taman Nasionalmerupakan suatu kawasan yang dikelola oleh pemerintah sebagai kawasan perlindungan alam atau yang lebih dikenal dengan kawasan konservasi. Di Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 53 Taman Nasional, diantaranya adalah Taman Nasional Meru Betiri dan Baluran. Kedua Taman Nasional ini adalah kekayaan dari ujung Timur Pulau Jawa tepatnya di daerah Banyuwangi dan Situbondo. Nama dari Taman Nasional Meru Betiri sendiri diambil dari nama gunung tertinggi yang terdapat di dalamnya, yaitu Gunung Meru yang memiliki ketinggian 500 mdpl dan Gunung Betiri 1.223 m. Begitu juga dengan Taman Nasional Baluran, diambil dari nama Gunung yang terdapat di dalam Taman Nasional ini yaitu Gunung Baluran.
Dalam rangka melanjutkan program SOSMA EDUCATION AND TRAVELLER (SENTER) yang ke-4, perjalanan kali ini Anggota SOSMA yang bekerjasama dengan Bumi Edukasi menjelajah Taman Nasional demi menggali kekayaan alam yang berbeda dari masing-masing Taman Nasional, bukan hanya itu namun juga bertujuan u…

SOSMA EDUCATION AND TRAVELLER (SENTER) PART 3 : MENGGALI SEJARAH KE MUSEUM DI TENGAH KEBUN

Jakarta, 26 November 2017



Dalam rangka melanjutkan Program Sosma Education and Traveller (SENTER) yang ke-3, kali ini SOSMA memilih salah satu museum di daerah Jakarta Selatan untuk di jadikan sebagai destinasi wisata dan juga edukasi yang tidak boleh terlewatkan untuk dikunjungi.
Museum ini terletak di daerah Kemang Timur no.66, Jakarta Selatan yang terkenal padat tetapi banyak orang yang juga baru mendengar tentang museum ini.

Awalnya, museum ini memang hanyalah rumah biasa yang di tempati oleh sang pemilik yang bernama Bapak Syahrial Djalil. Pada tahun 1978, Bapak Syahrial Djalil bercita-cita untuk mempunyai rumah dengan halaman yang luas, sampai pada akhirnya beliau bertemu dengan pemilik terdahulu rumah yang mempunyai halaman luas yang sekarang menjadi museum ini.

Saat berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, kami diarahkan oleh Mas Riki selaku pemandu yang ada di museum tersebut. Dia menjelaskan secara detail mulai dari dibelinya rumah tersebut sampai dibuka untuk umum sebagai sebu…